cahyo Kalkun
Thursday, 30 May 2013
Wednesday, 29 May 2013
manfaat daging kalkun
Berikut adalah rahasia nutrisi di balik daging kalkun
1. Termasuk dalam kelompok daging putih, rendah lemak serta kolesterol. Dalam 1 ons daging kalkun hanya mengandung 15 – 24 mg kolesterol, sedangkan 1 ons daging sapi mengandung 20 – 30 mg kolesterol. Bagian dari tubuh kalkun yang baik adalah bagian dadanya yang sangat rendah lemak (4 -7%)
2. Memiliki kandungan protein tinggi, di negara Amerika Serikat, pemerintahnya menganjurkan daging kalkun untuk dikonsumsi oleh anak-anak dalam masa pertumbuhan karena daging kalkun memiliki kandungan protein tinggi (24%) jauh diatas daging ayam, yang bisa meningkatkan kesehatan jantung dan sistem kekebalan tubuh.
3. Kaya akan vitamin B, satu porsi daging kalkun sudah memenuhi 36% dari kebutuhan harian Vitamin B3, yang memainkan peran penting dalam pengolahan lemak dalam tubuh dan 27 persen dari asupan yang direkomendasikan serta B6, vitamin yang membantu menjaga kadar gula darah stabil. Vitamin B3 juga dapat membantu menurunkan kolesterol, melindungi dan melestarikan kesehatan kulit dan meningkatkan fungsi otak
4. Mengandung Selenium, daging kalkun mengandung selenium yang memiliki peran penting bagi fungsi kesehatan, thyroid dan sistem kekebalan tubuh. Selenium juga berperan dalam sistem pertahanan antioksidan yang membantu untuk melindungi terhadap radikal bebas yang terkait dengan kanker.
5. Mengandung asam folat, seng, dan kalium, nutrisi yang telah ditemukan untuk melindungi terhadap cacat lahir, penyakit jantung, dan degenerasi jaringan. Itu sebabnya daging kalkun adalah suatu pilihan yang baik bagi perempuan.
6. Mengandung asam amino triptofan yang meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan dapat membantu melawan sel-sel kanker.
7. Pengolahan daging kalkun tidak memerlukan teknik khusus. Hanya saja harus diperhatikan bahwa daging kalkun punya tekstur yang lebih padat. Bila salah dalam mengolahnya, maka daging menjadi alot dan kenyal.
sumber : http://marketplus.co.id/2012/01/manfaat-konsumsi-daging-kalkun/
Thursday, 2 May 2013
sejarah kalkun
Kalkun atau ayam kalkun adalah sebutan untuk dua spesies burung berukuran besar dari ordo Galliformes genus Meleagris. Kalkun betina lebih kecil dan warna bulu kurang berwarna-warni dibandingkan kalkun jantan. Sewaktu berada di alam bebas, kalkun mudah dikenali dari rentang sayapnya yang mencapai 1,5-1,8 meter.
Spesies kalkun asal Amerika Utara disebut M. gallopavo sedangkan kalkun asal Amerika Tengah disebut M. ocellata.
Kalkun hasil domestikasi yang diternakkan untuk diambil dagingnya berasal dari spesies M. gallopavo yang juga dikenal sebagai kalkun liar (Wild Turkey). Sedangkan spesies M. ocellata kemungkinan adalah hasil domestikasi suku Maya. Ada orang yang berpendapat kalkun yang diternakkan untuk diambil dagingnya berasal dari kalkun suku Maya. Alasannya kalkun suku Maya lebih penurut dari kalkun liar asal Amerika Utara, tapi teori ini tidak didukung bukti morfologis. Kalkun hasil domestikasi mempunyai pial (bagian bergelambir di bawah paruh) sebagai bukti bahwa kalkun negeri berasal dari kalkun liar M. gallopavo. Kalkun M. ocellata yang dipelihara orang Maya tidak memiliki pial.
Kalkun liar merupakan hewan buruan di Amerika Utara, tapi tidak seperti kalkun negeri, kalkun liar gesit dan pandai terbang.
sumber : http://tipstrikberburudollar.blogspot.com/2012/10/kalkun.html
Subscribe to:
Posts (Atom)